Senin, 28 September 2015

Kuliah Minggu Pertama Mata Kuliah Perilaku Konsumen

Nessa Maulida

Departemen Agronomi dan Hortikultura (agrohort.ipb.ac.id)
Fakultas Pertanian (faperta.ipb.ac.id)
Institut Pertanian Bogor (ipb.ac.id)

Kuliah Perilaku Konsumen IKK233 (Consumer Behavior Class)
Department of Family and Consumer Sciences (ikk.fema.ipb.ac.id)
College of Human Ecology (fema.ipb.ac.id)
Bogor Agriculturan University IPB (ipb.ac.id)

Prof Dr Ir UJANG SUMARWAN, MSc (www.sumarwan.staff.ipb.ac.id, www.Ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id, sumarwan@mb.ipb.ac.id)
Dr. Ir. Lilik Noor Yuliati, MFSA
Dr. Ir. Megawati Simanjuntak, MS
Ir. Retnaningsih, MS
Ir. Md  Djamaludddin, MSc

Ujang Sumarwan.2011.Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran. Jakarta: PT Ghalia Indonesia



Kuliah Kamis Pagi 3 September 2015

Kuliah pertama mata kuliah Perilaku Konsumen oleh Bu Retnaningsih. Beliau menjelaskan mengenai kontrak perkuliahan, penugasan pada mata kuliah Perilaku Konsumen, serta kuliah Pendahuluan. Terdapat tugas restruktur pada mata kuliah ini, yaitu membuat blog pribadi dan meng-upload materi minggu 1, mengisi kuesioner yang terdapat di LMS, dan juga kuis mingguan yang dilakukan sesuai permateri mingguan.
              Kami diberitahukan untuk membeli atau meminjam buku pegangan Perilaku Konsumen: Teori dan Penerapannya dalam Pemasaran yang ditulis oleh Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc, dan dilarang untuk membeli fotokopiannya sebagai apresiasi terhadap Prof. Dr. Ir. Ujang Sumarwan, MSc yang telah menulis dan menyusun buku tersebut.
              Kuliah materi Pendahuluan yang telah disampaikan oleh Bu Retnaningsih memaparkan mengenai pengertian dari perilaku konsumen, dan dapat disimpulkan bahwa perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli, ketika membli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal di atas atau kegiatan mengevaluasi (Sumarwan 2010). Kemudian diterangkan mengenai perspektif perilaku konsumen. Terdapat tiga perspektif riset perilaku konsumen, yaitu: Perspektif Pengambilan Keputusan, Perspektif Eksperensial, Perspektif Pengaruh Behavioral.

              Bagi saya, dari kuliah pendahuluan ini sudah menunjukkan betapa pentingnya mata kuliah ini dalam kehidupan sehari-hari. Penerapannya dapat dilakukan di berbagai bidang, baik sebagai konsumen ataupun produsen. Sebagai konsumen, saya merasa bahwa saya dapat mempelajari dan mengatur perilaku saya sebagai konsumen, dengan kata lain, sadar diri akan perilaku saya sebagai seorang konsumen selama ini, dan dari kuliah pendahuluan ini, materi yang diberikan benar adanya ketika saya mengingat-ingat perilaku saya dan juga orang-orang terdekat saya dalam menjadi seorang konsumen. Saya yang merupakan mahasiswa agronomi dan hortikultura juga dapat memanfaatkan ilmu yang saya dapat dari mata kuliah ini jika di masa depan nanti saya menjadi seorang produsen. Perspektif, studi perilaku konsumen, dan dimensi perilaku konsumen sangat bermanfaat dalam mempelajari konsumen untuk produsen. Produsen juga dapat mempelajari perilaku konsumen dunia sebagai perbandingan dengan konsumen di negara sendiri. 

Kamis, 10 September 2015

Mata Kuliah Perilaku Konsumen: Minggu ke-2

MOTIVASI DAN KEBUTUHTAN 

Apakah itu motivasi?
Beberapa pendapat oleh ahli:
  1. Schiffman dan Kanuk: "Motivation can be described as driving within individuals that impels them to action. This driving force is produced by state of tension, which exists as the result of an unfulfilled needs."
  2. Solomon: "Motivation refers to the processes that cause people to behave as they do. It occurs when a need is aroused that consumer wishes satisfy. Once a need has been activated, a state of tension exists that drives the consumer to attempt to reduce or eliminate the need."


Kesimpulan:
Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. kebutuhan muncul karena konsumen merasakan ketidaknyamanan (state of tension) antara yang seharusnya dirasakan dan yang sesungguhnya dirasakan.

Kebutuhan yang dirasakan konsumen (felt need)
Faktor-faktor:
  • Diri sendiri (fisiologis): rasa lapar dan haus
  • Luar: aroma makanan, iklan


Kebutuhan primer: muncul dari diri sendiri, contoh: makanan, minuman, rumah
Kebutuhan sekunder/ yang diciptakan: kebutuhan yang muncul sebagai reaksi konsumen terhadap lingkungan dan budayanya, contoh: self-esteem, prestige, affection, power

Kebutuhan yang dibeadakan berdasarkan kepada manfaat yang diharapkan:
  • Utilitarian needs: membeli produk karena manfaat fungsional dan karakteristik objektif produk tersebut.
  • Expressive needs: kebutuhn yang bersifat psikologis seperti rasa puas, gengsi, emosi dan perasaan subjektif lainnya. 


Tujuan
  • Perilaku/ tindakan adalah berorienasi tujuan.
  • Untuk memenuhi kebutuhan konsumen memiliki tujuan akan tindakan.


Generic goals: kategori umum dari tujuan uang dipandang sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan.
Product-specific goals: produk atau jaasa tertentu yang dipilih oleh konsumen sebagai tujuannya.

Teori Kebutuhan
  1. Teori Maslow (Maslow's Hierarchy of Needs): kebutuhan berdasarkan tingkat kepentingannya.
    • Aktualisasi diri
    • Kebutuhan Ego
    • Kebutuhan Sosial
    • Kebutuhan rasa aman dan keamanan
    • Kebutuhan fisiologis
  2. Teori Motivasi McClelland (McClelland's Theory of Learned Needs):
    • Kebutuhan untuk sukses
    • Kebutuhan untuk afiliasi
    • Kebutuhan kekuasaan 


Motivasi dan Strategi Pemasaran

Aplikasi penting dari teori motivasi:
  1. Segmentasi
  2. Positioning

Rabu, 09 September 2015

Mata Kuliah Perilaku Konsumen: Minggu 1

PENDAHULUAN



1. Konsumen dan Perilaku Konsumen?
  • Pelanggan, pemakai, pengguna, pembeli, pengambil keputusan
  • Barang, jasa, merek, harga, kemasan, kualitas
  • Menawar, mencari informasi, membandingkan merek
  • Persepsi, preferensi, sikap, loyalitas, kepuasan, motivasi, gaya hidup

Konsumen Individu dan Organisasi
  1. Konsumen Individu: membeli barang dan jasa untuk digunakan sendiri, oleh keluarga atau sebagai hadiah
  2. Konsumen Organisasi: membeli barang dan jasa untuk menjalankan kegiatan organisasi.

Jadi, apa itu perilaku konsumen?
Definisi dari beberapa penulis:

Schiffman dan Kanuk (2010)
"The term consumer behavior refers to the behavior that display in searching for, purchasing, using, evaluating, and disposing of products and services that they expect will satisfy their needs."

Engel, Blackwell, dan Miniard (1995)
"We define consumer behavior as those activities directly involved in obtaining, consuming, and disposing of products, and services, including the decision processes that precede and follow these actions."

Kesimpulan:

Perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan tersebut pada saat sebelum membeli,  ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal di atas atau kegiatan mengevaluasi (Sumarwan 2010).

Perspektif Riset Perilaku Konsumen
  1. Perspektif Pengambilan Keputusan: melakukan proses pengambilan keputusan rasional dalam memecahkan masalah.
  2. Perspektif Eksperiensial (Pengalaman): membeli sesuatu untuk kegembiraan, fantasi, ataupun emosi yang diinginkan. Tidak berdasarkan proses keputusan rasional dalam menghadapi masalah.
  3. Perspektif Pengaruh Behavioral: konsumen membeli suatu produk bukan karena alasan rasional atau emosional yang berasal dari dirinya. Perspektif ini menyatakan bahwa perilaku konsumen sangat dipengaruhi faktor luar.

Studi Perilaku Konsumen meliputi:
  1. Apa yang dibeli?
  2. Mengapa membeli?
  3. Kapan membeli?
  4. Di mana membeli?
  5. Berapa sering membeli?
  6. Berapa sering menggunakan?


2. Perilaku Konsumen Dunia
  1. Disiplin perilaku konsumen tumbuh dan berkembang karena konsumen memilikir kesamaan perilaku dan juga perbedaan perilaku.
  2. Konsumen di berbagai negara memakai pakaian dan aksesoris yang sama.
  3. Globalisasi ekonomi dan perdagangan serta budaya  serta akses inter yang semakin meluas dan mudah serta murah menyebabkan semakin seragamnya perilaku konsumen di berbagai negara.
  4. Globalisasi menyebabkan batas geografi dan budaya semakin berkurang.
  5. Program pemasaran yang agresif dari perusahan multinasional  telah mendorong konsumen di berbagai negara dapat dengan mudah mendapatkan berbagai barang dan jasa dari berbagai negara. 
Sejarah Disiplin Perilaku Konsumen
  • Landasan teori ekonomi mikro yang sangat esensial.
  • Diperkenalkan terlebih dahulu sebelum memahami teori permintaan dan teori perusahaan atau struktur pasar.
  • Teori perilaku konsumen berkembang tidak diuji secara empiris.
  • George Katona mengembangkan teori perilaku konsumen dengan memasukkan elemen-elemen psikologi dalam pengambilan keputusan konsumen.
  • Robert Ferber mengembangkan perilaku konsumen dengan menerapkan selain dari psikologi yaitu ekonomi.
  • John A. Howard bersama Jungdish N. Sheth menulis buku "The Theory of Buyer Behavior" (1969), dan mengembangkan suatu model pengambilan keputusan "Howard and Sheth Model".
3. Mengapa mempelajari Perilaku Konsumen?
  1. Perilaku konsumen menarik dan dinamis dan menggambarkan perkembangan ekonomi, sosial, budaya, teknologi, dan informasi yang terjadi di sekeliling konsumen.
  2. Perusahaan agar tetap berjalan harus dapat menarik konsumen baru dan mempertahankan pelanggan.
  3. Agar pelaku bisnis dapat menyusun strategi pemasaran yang tepat.
  4. Agar konsumen memiliki pemahaman yang baik terhadap dirinya, dapat menjadi konsumen yang bijak, dan dapat melindungi diri dari praktik-praktik bisnis yang merugikan. 
Manfaat mempelajari Perilaku Konsumen?
  1. Untuk perusahaan: memahami konsumen dan mengambil keputusan yang lebih baik.
  2. Peneliti: memberikan pengetahuan dan teori-teori konsumen sehingga dapat menganalisis perilaku konsumen dengan baik. 
  3. Membantu anggota DPR di pusat atau daerah agar dapat merancang hukum, peraturan, dan undang-undang yang melindungi kepentingan konsumen.
  4. Konsumen: dapat membuat keputusan dengan bijak.
  5. Meningkatkan pemahaman mengenai berbagai faktor yang mempengaruhi perilaku manusia sebagai konsumen.
  6. Analisis konsumen menjadi landasan manajemen pemasaran.
  7. Perilaku konsumen memegang peran yang penting dalam pengembangan kebijakan publik.
Yang Harus Mempelajari Perilaku Konsumen?
  1. Pemasar
  2. Pegiat pendidikan dan perlindungan konsumen
  3. Pemerintah dan anggota legislatif
4. Keputusan Konsumen

Proses pengambilan keputusan konsumen:
  1. pengenalan kebutuhan
  2. pencarian informasi
  3. evaluasi alternatif
  4. kepuasan konsumen
Proses keputusan konsumen dipengaruhi tiga faktor utama:
  1. Perbedaan individu, yaitu faktor-faktor karakteristik individu yang muncul dalam diri konsumen dna proses psikologis yang terjadi pada konsumen:
    • Motivasi
    • Kepribadian
    • Konsep diri
    • Pengolahan Informasi dan Persepsi
    • Proses belajar
    • Pengetahuan
    • Sikap
    • Agama
  2. Lingkungan Konsumen:
    • Budaya
    • Karakteristik demografi, sosial dan ekonomi
    • Keluarga
    • Kelompok acuan
    • Lingkungan dan situasi konsumen
    • Teknologi
  3. Strategi pemasaran

  • Proses Keputusan Konsumen: Pengenalan Kebutuhan, Pencarian Informasi, dan Evaluasi Alternatif
  • Proses Keputusan Konsumen: Pembelian, Konsumsi, dan Kepuasan
  • Tanggung Jawab Sosial terhadap Konsumen: UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.
  • Iklan yang Menyesatkan dan Mengelabui Konsumen: banyak konsumen yang mengandalkan iklan pada berbagai media untuk mendapatkan informasi, namun terdapat produsen yang memasang informasi yang mengelabui konsumen sehingga konsumen dirugikan.

5. Pemasaran dan Perilaku Konsumen

Pemasaran: suatu proses bagaimana mengidentifikasi kebutuhan konsumen kemudian memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan konsumen tersebut dan meyakinkan konsumen bahwa mereka membutuhkan barang atau jasa tersebut, sehingga terjadi transaksi atau pertukaran antara produsen dengan konsumen.

Konsep Pemasaran: suatu konsep bisnis yang menekankan bahwa strategi pemasaran yang berhasil adalah strategi yang dibangun berdasarkan kepada pemahaman yang lebih baik dari perilaku konsumen.

Pemahaman yang baik terhadap perilaku konsumen akan membantu para manajer pemasaran dalam melakukan hal-hal berikut:
  • Analisis Lingkungan: mengevaluasi faktor kekuatan luar yang berpengarus terhadap perusahan dan pelanggannya, serta menciptakan tantangan dan peluang. 
  • Riset Pasar: mengumpulkan data dan informasi mengenai perilaku konsumen.
  • Segmentasi: pengelompokan pasar atau konsumen berdasarkan kesamaan karakteristik tertentu.
  • Positioning dan Diferensiasi: poisitioning adalah menciptakan atau membangun persepsi mengenai karakteristik atau citra suatu produk dengan merek pesaing. Diferensiasi menjadi dasar untuk melakukan positioning.
  • Bauran Pemasaran: sejumlah alat pemasaran yang digunakan perusahaan untuk mencapai tujuan-tujuan pemasarannya.