Minggu, 07 November 2010

Kisah Serigala 1

aku pernah nonton di TV tentang hewan-hewan, kali ini tentang serigala, ini kisah nyata

seekor serigala jantan bernama Adam berkelana setelah diusir secara keras dari kawanannya yang lama
dia sudah mencari-cari ke mana-mana, tidak ada kawanan yang mau menerimanya, setelah berminggu-minggu hidup sendirian dan tanpa kawanan, dia akhirnya tiba di sebuah padang rumput yang sangat hijau, sepi, dan banyak bunganya, dan dari kejauhan dia mendengar suara yang membuat dia sangat senang: Suara seekor serigala betina pengelana pula, bernama Syifa, tanpa kontroversi sedikitpun, mereka langsung saling mendekat, bermain, dan berlari-lari di padang rumput itu....

berbulan-bulan kemudian, di padang rumput itu, terlihat beberapa ekor serigala, lalu beberapa ekor lagi, dan akhirnya terlihatlah sebuah kawanan serigala yang sangat besar.
adam kini menjadi pejantan pemimpin kelompok besar itu, dengan betina dominannya, betina pertamanya, Syifa, selama berbulan-bulan mereka terus mendapatkan anggota kawanan baru, semuanya pengelana, merupakan hal paling menakjuban yang pernah kutonton
lalu suatu hari, Syifa hamil, semua kawanan terlihat bersemangat dengan berita itu, akhirnya akan ada anggota baru yang dominan, semua anggota kawanan terlihat senang, terutama adam yang setiap hari semakin lengket dengan Syifa.
tapi seminggu sebelum Syifa melahirkan, Syifa harus tinggal sendirian di sarang utama, sebuah lubang bawah tanah besar yang beratapkan tanah dan batu. tidak ada yang boleh mengganggunya, termasuk adam yang dari tadi gelisah terus di luar sarang.
setiap hari dalam seminggu itu Adam tidak berhenti menunggu di depan sarang, kalau Syifa bersuara sedikit saja, dia langsung berdiri tegap, dan bersuara minta diizinkan masuk, tapi Syifa tidak mengizinkannya, Adam jadi patah semangat.
lalu hari yang ditunggu-tunggu datang, Syifa melahirkan, proses kelahirannya sangat lama, sekitar 4 jam lebih, dan tentu itu membuat si ayah frustasi di luar sarang. setiap ada anak yang lahir dan menguik-nguik, Adam buru-buru mengintip ke sarang, lalu meloncat-loncat girang setelahnya, anggota kelompok yang lain terlihat seperti tertawa melihat tingkah Adam yang aneh itu, karena dalam seminggu itu pula Adam hampir tidak mau makan dan bermain bahkan walau ditarik-tarik oleh serigala lainnya.
namun setelah Syifa melahirkan, dia tetap tidak keluar sarang, dia masih harus tinggal di sarang untuk beberapa minggu lagi, untuk menyusui dan hanya keluar sarang bila akan makan, itupun sudah disediakan oleh Adam dan anggota lain. setiap Syifa keluar sarang untuk makan, Adam langsung menghampiri dan tidak henti-hentinya menjilat Syifa dengan rasa sayang dan rindu, dan Syifa sendiri walaupun juga rindu dan ingin bermain dengan adam, dia masih kelelahan setelah proses melahirkan yang panjang dan kurang bergerak di dalam sarang, sehingga dia hanya menggeram memperingati kepada Adam namun balas menjilat juga
sungguh girangnya Adam ketika tiba saatya bagi Syifa untuk keluar sarang bersama anak-anaknya yang sudah bisa berdiri tegak dan melihat dengan jelas. Adam langsung menghampiri Syifa dan mengajak untuk bermain, kali ini Syifa menanggapi dan bermain-main dengan Adam. sedangkan anak-anaknya yang berjumlah 6 ekor (sebenarnya 7 ekor, tapi satu mati ketika dilahirkan) berkenalan dengan anggota-anggota lainnya. kelompok anak serigala itu hanya bisa meringkuk gemetaran ketika para dewasa itu mengendus-endus mereka atau menjilati mereka, ngomong-ngomong, ukuran para dewasa bisa 5 sampai enam kali ukuran mereka para anak-anak, jadi wajar saja kalau mereka gemetaran ketakutan
hidup mereka bahagia, hewan buruan mudah didapat, anak-anak tumbuh dengan normal, Adam yang juga semakin lengket dengan Syifa dan selalu mengancam para pejantan lain agar menjauhi Syifa....

Hingga suatu ketika, tepatnya suatu malam, ketika para anak-anak masih terjaga dan curi-curi bermain di dekat perbatasan wilayah ayah mereka, suatu kejadian merenggut kebahagiaan kawanan itu. sekelompok pemburu yang disewa oleh peternak setempat berusaha menculik anak-anak itu. beberapa anggota kawanan yang masih belum tidur menyadari hal itu dan melolong, tapi semuanya sedang tertidur lelap dan mereka sendiri juga merupakan penjaga perbatasan. beberapa ekor serigala itu serentak berusaha mati-matian untuk menyelamatkan anak-anak serigala itu, namun pertumpahan darah malah terjadi
seekor serigala tewas tertembak, beberapa terluka parah karena tertembak, dan yang lainnya menjadi cacat karena kaki mereka cedera.
pagi itu keadaan di kawanan benar-benar menegangkan, pertama kalinya semua anggota kawanan melihat adam semurka itu, bulu tengkuknya berdiri semua, dia menggeram tak henti-hentinya, Syifa yang berusaha menenangkan Adam tak dihiraukannya. berkali-kali dia berkomunikasi dengan susah payah kepada para serigala yang terluka, dia terlihat semakin geram mendapatkan laporan itu, lalu dia mengendus-endus jasad kawannya yang mati tertembak, hal terakhir di puncak kemurkaannya adalah lolongan murkanya ketika matahari terbenam, semua anggota kawanan kecuali yang terluka langsung berdiri, bangkit dari keterpurukan mereka, dan sore hari itu menjadi lautan lolongan serigala yang paling mengerikan di daerah itu
Syifa terus mendampingi Adam disampingnya ketika Adam berjalan mengitari semua anggota kawanannya, seakan-akan dia sedang membagi-bagi tugas.
ketika Adam sudah selesai memberikan perintah, semua serigala pergi ke tugasnya sendiri-sendiri, beberapa serigala tinggal untuk merawat serigala yang terluka di tengah-tengah wilayah, beberapa singa jantan yang hampir seukuran dengan Adam menjaga perbatasan, dan sisanya, ikut dengan Adam dan Syifa untuk mencari anak-anak.
dengan bau yang ditinggalkan di anggota yang terluka dan tewas, mereka mencari bau manusia dan juga bau senjata yang menembaki anggota mereka itu. Adam memimpin di depan bersama Syifa, dia terus mengendus-endus, hanya dengan tiga kali hendusan di udara kosong, dia langsung berlari ke suatu arah (penciuman serigala lebih tajam daripada anjing), semuanya langsung mengikutinya, dan tibalah mereka di pinggir suatu peternakan, mereka bersembunyi di balik semak-semak dan pohon, bila dilihat dengan seksama, kegelapan pinggir hutan itu penuh dengan mata-mata hijau dan kuning menyala yang mengintai.
Adam menyuruh beberapa anggotanya untuk memeriksa, ketika sudah aman, mereka semua langsung keluar dari persembunyian dan berlari mengitari peternakan itu, hingga suara yang sangat dikenal Syifa dan Adam tertangkap oleh telinga tajam mereka. Syifa yang pertama kali berlari, dia telah menemukan anak-anaknya, di balik pagar kawat yang sangat tinggi, dan bagian atasnya penuh dengan kawat duri.
semuanya saling bersuara kecil menandakan kerinduan mereka, para anak-anak terus menguik ketakutan dari balik pagar kawat. Adam tampak berpikir keras, bagaimana caranya mengeluarkan anak-anal dari sana.
tiba-tiba salah satu serigala yang berjaga-jaga melolong memberikan peringatan, semuanya siaga, dan tepat ketika Adam menemukan cara untuk mengeluarkan anak-anakya, dia menyadari kalau kawat itu tidak tembus ke tanah, segera dia menggali tanah di bawah pagar itu, yang lainnya mengikuti, bahkan anak-anak itu juga ikut-ikutan padahal mereka belum bisa menggali dengan benar
tepat ketika gonggongan anjing pemburu terdengar oleh mereka, anak-anak dapat keluar lewat lubang yang digali itu, para betina buru-buru membawa anak-anak kembali ke sarang dengan membawa mereka di mulut mereka dipimpin oleh Syifa, para pejantan mengumpulkan napas, dan memberikan lolongan serta gonggongan terbaik mereka, otomatis seluruh hewan ternak ketakutan dan bersuara-suara, mengacaukan suasana, para pemburu itu kebingungan dan takut ketika tahu betapa banyaknya serigala yang ada di depan mereka, akhirnya didahului anjing mereka, mereka berlari kembali ke dalam rumah mereka.
para serigala jantan itu ingin sekali menghajar pemburu itu, apalagi Adam, tapi meninggalkan wilayah hanya dengan beberapa pejantan muda bertubuh besar, serigala berukuran kecil yang bertugas merawat, dan para serigala terluka membuat Adam mengambil keputusan bijaksana, yaitu membiarkan para pemburu dan peternak itu dan kembali ke wilayah mereka dengan segera, sebelum ada ancaman lain yang datang.

bertahun-tahun kemudian, dua serigala betina yang merupakan saudari kandung berjalan di sekitar wilayah Adam, mereka adalah dua dari 6 anak Adam dan Syifa, hanya mereka yang tetap tinggal di kawanan, tiga ekor dari mereka mati, satu tertabrak mobil ketika berkelana di jalan raya, satu mati ketika berburu, satu lagi tertembak oleh pemburu, satu dari mereka pergi dari kawanan karena seorang pejantan dan memilih untuk menghormati ayahnya dengan tidak menjadi saingannya, sehingga dia pergi dan telah berhasil merebut sebuah kawanan kecil tak jauh dari kawanan lamanya

ini adalah kisah kawanan serigala yang berhasil membuatku terpaku di depan TV selama 1 jam, aku hampir menangis ketika tahu anak-anaknya ada yang mati
bahkan kehidupan suatu keluarga serigala begitu eratnya hingga mereka mencari anak-anak yang diculik itu dengan risiko tertembak pemburu ataupun harus bertarung dengan anjing pemburu yang ukurannya bisa melebihi mereka.....