Jumat, 17 Desember 2010

Pelajaran dari Jus Jambu

hari ini aku dapat sebuah pelajaran, aneh tapi nyata, tapi hal itu langsung muncul di kepalaku, entah bagaimana caranya

sepulang dari bimbingan mata pelajaran untuk persiapan ujian, aku dijemput oleh kedua orang tuaku. awalnya aku kira supirnya ayahku yang mau jemput, tapi ketika aku lihat di jalanan depan tempat les, tidak ada mobilnya, ketika aku sms ibuku, ternyata ayahku yang mau jemput. ternyata ibuku juga ikut, lalu aku bingung kenapa tidak langsung mengarah ke rumah, ketika kutanyakan, ternyata ayahku ingin makan bakso, jadilah kami pergi ke tempat bakso dulu, kebetulan karena hari sedang hujan, aku juga lapar, lumayanlah makan bakso, hangat.

ketika di tempat bakso, ibuku dan aku yang turun duluan, katanya ayahku dibawa pulang saja, jadinya kami tidak duduk lama-lama. ibuku memesan 4 porsi bakso (tiga untuk aku dan orang tuaku, satu lagi jaga-jaga kalau ada yang mau nambah, hehe), dan satu porsi siomay saus kacang buat cemilan besoknya. ternyata aku haus, ibu akhirnya memesan 2 jus jambu juga, ibuku juga ingin ternyata.

ketika aku coba, rasanya kemanisan! terlalu banyak gula, bahkan rasa jambunya hampir hilang. saat itulah aku sadar akan sesuatu, hal yang dulu sangat ingin kuteriakkan, yang mengganjal di pikiranku, yang selama beberapa tahun telah sirna, tapi kini muncul kembali di benakku hanya karena sebuah jus jambu yang kemanisan.

saat itu juga, terpikirkan di kepalaku hal ini, "Manisnya gula dapat menyembunyikan rasa asli jus jambu ini." dan hal berikutnya yang terpikirkan adalah, "Penampilan luar seseorang dapat menyembunyikan jati dirinya yang sebenarnya, siapa dia sebenarnya, seperti apa dia yang sebenarnya, perasaannya yang sebenarnya."

jadi yang ingin kusampaikan adalah, jangan pernah menilai orang dari penampilan luarnya saja, mungkin saja dia berpakaian yang berantakan, dan terkadang terkesan tidak pantas, tapi belum tentu itu yang dia mau, belum tentu juga orang yang berpakaian feminin itu benar-benar feminin, mungkin saja dia memakai baju itu karena disuruh, mungkin saja dia adalah gadis tomboy.
seperti jus yang diberi gula, rasa buahnya dapat hilang, coba saja kita minum dengan mata tertutup, dapatkah kita tahu itu jus jambu? atau malah kita mengira itu air gula?
janganlah menilai orang dari luarnya saja, cobalah pahami dan jangan langsung berprasangka, daripada prasangka kita salah dan pikiran negatif bermunculan dan mendapat dosa?