Minggu, 10 Juli 2011

Populasi Cicak di Rumah!

maaf sebelumnya, mungkin tidak biasanya saya, nechan, sang pemilik blog menulis entri gaje alias nggak jelas begini. tapi karena lagi agak kesal gara-gara modem lola, ada serangga yang aku nggak tahu spesiesnya apa masuk ke kamar tanpa izin (serangga kan' nggak bisa ngomong nechan... --"), semut yang entah gimana caranya bisa menjelajah di keypad laptopku, dan yang lagi buat aku kesal dari hari pertama pindah rumah.... cicak!

baiklah, aku akui, aku belum pernah punya masalah dengan cicak sebelumnya, tapi kali ini.... (nahan emosi), kali ini, tampaknya ada suatu lonjakan populasi reptil bernama cicak dari segala jenis di rumahku ini.... bayangkan saja, makanan, tinggal aja di meja makan berapa menit... jejejejejeeeng! seekor cicak sudah dengan santainya duduk atau berdiri atau apalah, intinya menempatkan diri di atas makanan itu! udah deh, ditutupin juga percuma, cicak gede nggak masuk, eh cicak kecil yang masuk, anaknya kali ya? terus, bukan hanya makanan saudara-saudara, minum juga!!

gini ceritanya.... pagi-pagi, baru bangun nih ceritanya, haus, mau ngambil minum, ambil gelas baru kan ya? nggak mungkin aku pakai gelas bekas semalam yang jelas-jelas udah entah diapakan oleh para cicak ketika aku tidur. nah, aku ambil minum pake gelas itu, terus kutaruh, ditinggal bentar aja buat nge-cek laptop, balikbalik, ceritanya mau sarapan nih... eh... udah ada cicak bertengger (baru tahu cicak bisa bertengger) di pinggir gelas, dan kejadian tersebut terus terulang! akhirnya Ibu saya tercinta mengatakan, "De, kalau habis minum, gelasnya ditutup pake piring kecil, jadinya cicaknya nggak bisa masuk."

telah kulakukan, yap! dan cicak tidak pernah masuk ke dalam gelasku lagi! tapi masalahnya.... tetap aja aku agak ngeri tiap ngeliat ada cicak di dekat meja makan, mana kayaknya udah nggak takut lagi.... tapi nggak ding, takut! pas aku mau minum, ada seekor cicak berwarna cokelat tua (aku inget banget!) dengan ekor sedikit tidak rata, pendek, tapi gemuk, sedang berusaha masuk ke gelasku! dan aku nyadarnya pas aku udah megang gelasku. kalau aja aku ini orangnya panikan, aku udah lempar itu gelas bersama cicak-cicaknya ke jendela (secara meja makannya deket jendela), untungnya aku bukan orang yang panikan. alhasil cicak itu lari terbirit-birit, entah karena kaget atau cicak itu sudah merasakan aura membunuhku yang nggak sengaja dikeluarkan itu....

nah, pertanyaan nih, gaje, agak kejam, tapi demi kebaikan umat manusia (halah!), nggak ding, cuma ingin mengendalikan populasi cicak di rumahku aja, nggak lebay lebay amat. pertanyaan satu: ada yang tahu cara menurunkan populasi cicak di region kecil seperti rumah, dengan tidak perlu menyakiti, tidak memakai tindak kekerasan, dan para cicak tersebut tidak perlu menderita? (belaga apaan aja sih...) *lupakan

nah, itulah apa yang menyangkut di pikiranku beberapa hari ini, bagi yang nggak suka hal gaje, maaf deh, hehehe, saya lagi gaje beberapa hari ini, baiklah nggak segaje itu kok.
baiklah, aku nggak tahu mau nulis apa lagi, berhubung semua keluh kesah di hati sudah tertumpahkah semua, terima kasih bagi yang membaca,

daaadaaaaah!!! see you later!!! *melambaikan tangan.....

1 komentar:

  1. teteh tahu betapa panikannya aya..
    dan aya pernah ngelempar tas (untungnya tas dan bukannya gelas!) gara2 ada cicak yang nggelendot di itu tas.
    aya juga ga tau cara ngurangin populasi cicak, tapi teteh coba aja search di mbah gugel siapa tau nemu :)

    BalasHapus