Minggu, 01 Desember 2013

Pengalaman Dicakar Kucing

Beberapa minggu yang lalu, mungkin sekitar sebulan yang lalu, untuk pertama kalinya dalam hidup pecinta kucing yang nggak boleh melihara kucing ini, aku dicakar kucing.
Tapi entah kenapa, setelah dicakar sama kucing, aku malah semakin sayang sama kucing.
Kenapa?

Jadi ada satu kucing ini di sekolahku, jantan, suka berantem, tapi mukanya itu bulat, benar-benar bulat, mukanya kecil, nggak kaya kucing jantan lain yang biasanya badannya besar dan terkesan sangar (tapi lucu). Nah hobinya kucing ini itu masuk ke kelasku sekitar jam pelajaran menuju jam 12 siang, mungkin karena kelasku dingin ya... kan jam segitu lagi panas-panasnya.
Nih kucingnya....

Kalau lagi di kelasku, dia jadi kaya bayi, guling-guling di lantai, tidur, berlaku lucu pokoknya hihihi....
tapi kalau udah di luar, waduuuh, ketahuan deh tabiat jantannya, galak banget -_-
jadi waktu itu karena ada teman-teman sekelasku yang takut kucing, akhirnnya aku keluarin kucing ini dari kelas, pas aku sama temanku mau ngelus, eh dia malah marah terus nyakar -_-
Untungnya nggak sampai berdarah sih, cuma merah sedikit....
Tapi bukannya merhatiin tanganku yang dia cakar, aku malah merhatiin perilakunya setelah dia menyakar.
Dia yang tadinya mendesis kaya marah banget jadi diam, terus ngeliatin tanganku, kepalanya langsung nunduk juga, kaya merasa bersalah gitu.
Melihat dia kaya gitu aku malah merasa makin sayang, nggak tahu kenapa, aku merasa kalau dia memang tidak berniat untuk menyakarku, tapi itu refleksnya, dan aku benar-benar merasa dia langsung merasa bersalah setelah menyakarku, aneh memang, tapi aku memanggilnya dengan "bocah" hihihihi, sampai sekarang kucing ini masih suka masuk ke kelasku, lucu deh pokoknya XD

1 komentar:

  1. Ah teteh, you're still a big fan of cat, aren't you?
    I have a cat here, (not mine, most likely my host dad's cat), and sometimes it reminds me of you :3

    BalasHapus